Postingan

Menampilkan postingan dengan label 2017

Cerita Akhir Pekan - Tentang Menikah

Bismillah..Topik yang sebegitu hangat di kalangan teman-teman berusia 20an awal, apalagi kalau bukan soalan jodoh dan nikah. Baguslah, lebih baik daripada mengungkapkan keinginan untuk berpacaran, keinginan untuk bertemu jodoh dan menikah menjadi suatu hal yang wajar, alamiah. Sudah fitrahnya manusia untuk hidup berpasang-pasangan dan memiliki kecenderungan satu dan lainnya.  Ceritanya weekend ini saya bertemu teman lama, yang satu belum sebulan menikah, yang satu Alhamdulillah sudah beberapa bulan menikah dan sedang mengandung, semoga Allah limpahkan keberkahan dalam kehidupan mereka. Entah kenapa saya paling senang bertemu dengan teman-teman yang sudah menikah tanpa merasa sedih atau apalah karena dengan bertemu mereka saya mendapat insight baru tentang kehidupan, terutama tentang kehidupan setelah menikah. Bahwa menikah itu tidak sesulit yang dibayangkan tapi juga tidak melulu mulus tanpa problem. Karena teman berbicara ini seusia dan pernah tumbuh dalam lingkungan belajar ...

Memori Desember

Beberapa hari sudah berlalu sejak event "Sedekah Akbar" di kota Pontianak terlaksana. Gedung Olahraga Pangsuma tumpah ruah dengan lautan manusia. Selain tamu istimewa yaitu para anak-anak yatim dan penghafal Qur'an yang dimuliakan Allah swt, banyak kawan-kawan luar biasa mulai dari panitia hingga donatur baik yang hadir mau pun menyaksikan dari live di social media, yang telah berkorban segala yang mampu diberikan, yaitu berupa harta, tenaga, hingga waktu, semuanya tampak semangat dan bahagia pada hari itu. Begitu pun rasa haru saat doa bersama yang menjadi highlight dalam acara tersebut, dimana beribu doa dan harapan dari setiap orang meluncur bersamaan ke langit, pada moment yang diberkahi itu, semoga Allah mengijabah doa setiap orang pada kesempatan itu, aamiin.. Bukan hanya pada acara inti saja, diluar acara pun banyak pemandangan indah, damai, dan menyejukkan dari hamba-hamba Allah disana. Mereka bergerak karena iman, berkontribusi karena mereka percaya pada jan...

"Dear Zindagi"

Beberapa minggu lalu saya menonton sebuah film India yang berjudul "Dear Zindagi" artinya "Dear Life" atas rekomendasi influencer yang saya follow di instagram. Rekomendasi untuk siapa? untuk siapa pun yang ingin move on dan berbicara tentang kehidupan dari sisi psikologi tapi ceritanya dikemas asik dan unik sebagaimana film India yang biasanya random saya tonton eh ternyata bagus banget. Anyway film India itu unik ya, jalan ceritanya selalu asik ditonton meski pun harus sabar dikit dengan part joged dan nyanyi mendayu-dayunya (kadang suka di skip).  Jadi singkat cerita film ini bercerita tentang cinamtografer (kalau ga salah) cewek cantik yang sukses memproduksi banyak film, iklan, dan sejenisnya. Sudah punya pacar yang baik dan care tapi ternyata dia cinlok sama rekan sejawatnya dan dilema lah dia hingga putus. Suatu hari dia dan rekan sejawatnya yang saat ini sedang dekat, ditawari untuk memproduksi film di hollywood. Karena suatu dan lain hal, si cewek tid...

Menulis = Terapi Emosi

Beberapa waktu belakangan ini saya lagi suka nonton kajian dari Ustad Bendri Jaissyurahman, seseorang yang diberi ilmu oleh Allah swt tentang rumah tangga Islam termasuk didalamnya ilmu parenting dan how to be a good wife, how to be a good husband dengan role mode yang tepat sesuai sirah nabawiyah, dan masih banyak lagi yang belum ditonton.  Disitu saya belajar tentang bagaimana sifat wanita secara general, dengan tujuan mengenal, sadar, dan memperbaiki apa-apa yang belum saya punya sebagai seorang wanita akhir zaman. Intinya Ustad Bendri menyampaikan kira-kira begini kalau saya rumuskan : wanita itu bersifat lebih perasa tapi biasanya tidak bisa mengungkapkan perasaan dengan tep a t . Alias emosinya kurang stabil, baik itu marah atau sedihnya. Dipikir, tul uga yah. Wanita itu perasa, saking bapernya kemungkinan terjadi dua hal, dia lepaskan semua unek-uneknya tanpa pikir panjang, atau meredam emosi agar tidak menyakiti orang yang dicintainya. Akibat dari itu adalah adanya wan...

Catatan Bulan September

September ceria..kalo kata lagu, tapi rasanya September seperti masa-masa peralihan, yang sebentar lagi sudah memasuki penghujung tahun. Entah kenapa memasuki September ada saja turning point baru, seperti reminder yang membuat saya kembali menoleh ke belakang. Bukan maksud menyalahkan sang bulan, tapi melekatnya memori bulan ini di setahun kemarin menjadi awal-awal pengantar menuju turning point hidup yang dijalani hingga saat ini.  Setahun terasa sangat cepat kalau kita ingat dari hari ini, tapi terasa lama bila kita menunggu dan menebak-nebak untuk hidup setahun kedepan, mengira-ngira apa yang akan terjadi. Diri ini di detik ini pun bukanlah diri yang dapat dibayangkan saat setahun yang lalu.  Setahun dapat mengubah seseorang dengan begitu ekstrimnya. Waktu yang panjang untuk yang ingin mempermak penampilan, dengan ber-diet misalnya. Waktu yang panjang pula untuk menyelesaikan studi yang sedang dijalani. Waktu yang panjang pula untuk mengubah status dari single me...

Catatan Akhir Juli

Semakin hari semakin saya sadar bahwa everything will never turns out perfectly as we expect or planned. Sesempurna apa pun perencanaan kita, tetap Yang Maha Merencanakan punya rencana lebih baik. Emang udah sistem hidup ini seperti itu ternyata, nothing perfect. Penanda bahwa ada yang Maha Sempurna, untuk itulah ketidaksempurnaan diciptakan. Belajar untuk menghilangkan ekspektasi, pembelajaran seumur hidup yang akan saya jalani mulai detik ini hingga mati. Belajar untuk berikhtiar terbaik dengan niat yang baik. Kita bisa denial, menolak suatu hal karena kecenderungan hati terhadap hal lainnya, atau menjalani sesuatu demi kesenangan pihak tertentu. Tapi tetap semua yang punya kuasa adalah Yang Maha Kuasa. Bergerak saja, bila tak tau bagaimana harus bergerak, mohonlah pada Dia untuk bimbing pergerakanmu, menuju ke jalan yang Dia mau, menemui takdirmu dengan caraNya yang tak pernah kamu tau. Hidup nyatanya adalah tentang keyakinan, keyakinan besar dari hatimu akan setiap lembar d...

Dahsyatnya Orang Berilmu

Beberapa hari lalu kota kami Pontianak kedatangan Da'i kondang yang terkenal super gaul, ayahanda dari Wirda, hafizhah Qur'an yang terkenal pula di kalangan anak muda Indonesia, siapa lagi kalau bukan Ustadz Yusuf Mansur. Beliau datang ke Pontianak atas undangan untuk memimpin jama'ah Subuh akbar di akhir Ramadhan ini yang berlokasi di Mesjid Raya Mujahidin Pontianak. Gerakan Subuh Akbar Insyaallah akan menjadi agenda rutin setiap berapa bulan sekali di Pontianak dengan mengundang imam dan syeikh yang berbeda. Harapannya adalah kembali bangkit dan semakin erat persatuan ummat Islam di Pontianak melalui makmurnya waktu subuh, baik orang tua mau pun pemuda, dengan itu rahmat dan berkah Allah akan lebih banyak turun di bumi Khatulistiwa ini. Kembali ke Ustadz Yusuf Mansur, selain menjadi imam sholat Subuh berjama'ah, hari sebelumnya beliau pun ada jadwal mengisi khutbah jum'at, serta tausiyah menjelang akhir Ramadhan, bahkan diundang menjadi saksi pernikahan dari a...

Selamat Jalan Ramadhan

Ramadhan, bulan mulia, bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam seluruh dunia. Bulan panen pahala, bulan berlomba-lomba dalam beramal, bulan dimana kebaikan terasa ringan dilakukan, bulan dimana rezeki tak henti-henti mengalir, keberkahan saja yang ada di muka bumi ini. Apa hanya saya atau semua orang sadar bahwa semakin tahun Ramadhan terasa semakin singkat, bahkan bila dirasa-rasa waktu pun semakin bergerak cepat. Sejam rasa sejenak, sehari rasa cepat sekali hilang padahal rasanya baru saja bangun pagi, jarak antara senin hingga jum'at sudah tak terasa jauh lagi, sebulan hanya tinggal lewat, tau-tau sudah pertengahan tahun, hingga akhirnya satu tahun pun usai, mengikat banyak memori yang menjadi pengingat perubahan diri dari tahun sebelumnya. Kini Ramadhan yang kemarin kita tunggu-tunggu sudah berkemas hendak pergi, "aku senang kalian telah menyambut dan menjamu kedatanganku dengan meriah seperti ini" - ujarnya  bila mungkin ia bisa berbicara. "Namun bagi kalian yang ...

Jangan Beri Syarat untuk Bahagia

Saya pernah dengar statement ini dari mana gitu, lupa. Jangan beri syarat untuk bahagia, merupakan pelajaran penting yang saya sendiri pun belum mampu selalu mengamalkannya setiap saat. Kebanyakan manusia sekarang lebih bahagia kalau punya uang, kalau bisa belanja-belinji apa pun yang menarik mata, kalau punya suami ganteng atau istri cantik, kalau ini itu yang biasanya adalah hal yang belum kita miliki saat itu.  Mungkin saja kita bahagia saat itu, saat punya uang banyak, saat punya semua yang kita mau, tapi saya yakin itu ga pernah bertahan lama. Sifat alami manusia yang tidak pernah merasa puas kalau disangkutkan dengan sebab kebahagiaan, maka ga akan pernah seorang itu merasa bahagia.  Bahagia itu apa sih? bahagia itu sesuatu yang berbeda dengan senang, bahagia mencakup senang dan tenang, sedangkan senang biasanya hanya sesaat.  Kemudian muncul istilah   "bahagia itu sederhana" . Sesederhana liat senyum orang terkasih setelah lelah-lelah bekerja, ses...

Aku Rindu Menulis

Assalamualaikum, Sepertinya saya harus belajar lebih banyak tentang disiplin dan mulai menulis saja dengan apa adanya. Hari ini Minggu 11 Juni 2017, saya atas izin Allah yang memudahkan langkah ini ikut pelatihan menulis yang diadakan oleh mesjidnya anak muda di Pontianak, Mesjid Munzalan Mubarakan 2 atau biasa dikenal dengan nama Mesjid Kapal Serdam, dalam rangka memeriahkan Bulan Ramadhan bertajuk "Kampung Ramdhan". Ini adalah salah satu program yang paling berkesan buat saya, karena dari dulu pengen banget ikut workshop nulis, cuma kegiatan tersebut ada di ibukota dan dimentori penulis-penulis handal di bidangnya. Hal itu malah buat saya cuma nganggepnya mimpi, ilmunya masih belum nyampe, dan sebagainya. Semoga suatu saat bisa ikut acara-acara seperti ini, ini adalah first step yang luar biasa ngaruh dalam pola pikir saya tentang tulis-menulis. Pelatihan nulisnya cukup singkat, hanya 3 jam, tapi sepanjang 3 jam materi dan tanya jawab dengan Bung Ben (Pak Beni Sulastyo...