Postingan

curhatan tak berujung

Sedikit tergelitik untuk menulis ini. Benarkah materi tidak membahagiakan? Singkatnya saya mengenal lingkungan yang sangat material oriented, dimana segala pencapaian dan kesenangan ditentukan oleh uang dan tercapainya barang yang ingin kita beli dan miliki. Saya juga pernah bahkan menjadi "hamba" berpola pikir kalau punya uang banyak = bahagia, yaitu ingatan saya tertuju pada postingan gambar yang menuliskan "people who said money can't buy happiness don't know where to shop" yas, intinya kesenangan atau kebahagiaan bagi kebanyakaan orang dan saya pun pada saat itu adalah ketika ada duit banyak, bisa beli apa pun yang dipengen, apa lah saat itu, tiket konser kpop favorit, tiket liburan, jajan baju, sepatu, dan benda-benda lucu di olshop. Senang? Iya. Bahagia? I don't think so. Bahagia itu kan bersifat eternal ya, so far yang dirasakan dan diamati memang kita merasa senang banget saat punya uang dan berhasil membeli barang yang diinginkan saat itu atau m...

Catatan Akhir Juli

Semakin hari semakin saya sadar bahwa everything will never turns out perfectly as we expect or planned. Sesempurna apa pun perencanaan kita, tetap Yang Maha Merencanakan punya rencana lebih baik. Emang udah sistem hidup ini seperti itu ternyata, nothing perfect. Penanda bahwa ada yang Maha Sempurna, untuk itulah ketidaksempurnaan diciptakan. Belajar untuk menghilangkan ekspektasi, pembelajaran seumur hidup yang akan saya jalani mulai detik ini hingga mati. Belajar untuk berikhtiar terbaik dengan niat yang baik. Kita bisa denial, menolak suatu hal karena kecenderungan hati terhadap hal lainnya, atau menjalani sesuatu demi kesenangan pihak tertentu. Tapi tetap semua yang punya kuasa adalah Yang Maha Kuasa. Bergerak saja, bila tak tau bagaimana harus bergerak, mohonlah pada Dia untuk bimbing pergerakanmu, menuju ke jalan yang Dia mau, menemui takdirmu dengan caraNya yang tak pernah kamu tau. Hidup nyatanya adalah tentang keyakinan, keyakinan besar dari hatimu akan setiap lembar d...

Kedatangan sang Juli

Kedatangan sang Juli, melewati setengah waktu dalam tahun ini. Semakin tahun entah bagaimana dimensi waktu terasa semakin bergerak cepat, seperti diburu sesuatu, sepertinya Sang Pemilik dimensi waktu pun telah memerintahkan demikian. Tujuh tahun pun terasa singkat bila dirasa, tapi begitu panjang untuk mengubah sesuatu, menjadikan diri yang dulu tak sama dengan detik ini, menjadikan pemikiran yang dulu tak sampai kini menjadi nyata, menjadikan hal yang tak pernah terbayangkan akan terjadi atau terwujud menjadi nyata seolah mematahkan pemikiran sempit anak manusia. Setengah tahun sudah terlewati, mengubah banyak hal dalam hidup, mempertemukan dengan banyak orang baru, seperti memori yang diputar kembali. Lewat sudah setengah waktu dari 12 bulan dalam tahun ini, berharap masih diberi kesempatan, untuk menjadikannya tahun yang baik, dengan kenangan dan kontribusi terbaik. 

Dahsyatnya Orang Berilmu

Beberapa hari lalu kota kami Pontianak kedatangan Da'i kondang yang terkenal super gaul, ayahanda dari Wirda, hafizhah Qur'an yang terkenal pula di kalangan anak muda Indonesia, siapa lagi kalau bukan Ustadz Yusuf Mansur. Beliau datang ke Pontianak atas undangan untuk memimpin jama'ah Subuh akbar di akhir Ramadhan ini yang berlokasi di Mesjid Raya Mujahidin Pontianak. Gerakan Subuh Akbar Insyaallah akan menjadi agenda rutin setiap berapa bulan sekali di Pontianak dengan mengundang imam dan syeikh yang berbeda. Harapannya adalah kembali bangkit dan semakin erat persatuan ummat Islam di Pontianak melalui makmurnya waktu subuh, baik orang tua mau pun pemuda, dengan itu rahmat dan berkah Allah akan lebih banyak turun di bumi Khatulistiwa ini. Kembali ke Ustadz Yusuf Mansur, selain menjadi imam sholat Subuh berjama'ah, hari sebelumnya beliau pun ada jadwal mengisi khutbah jum'at, serta tausiyah menjelang akhir Ramadhan, bahkan diundang menjadi saksi pernikahan dari a...

Selamat Jalan Ramadhan

Ramadhan, bulan mulia, bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam seluruh dunia. Bulan panen pahala, bulan berlomba-lomba dalam beramal, bulan dimana kebaikan terasa ringan dilakukan, bulan dimana rezeki tak henti-henti mengalir, keberkahan saja yang ada di muka bumi ini. Apa hanya saya atau semua orang sadar bahwa semakin tahun Ramadhan terasa semakin singkat, bahkan bila dirasa-rasa waktu pun semakin bergerak cepat. Sejam rasa sejenak, sehari rasa cepat sekali hilang padahal rasanya baru saja bangun pagi, jarak antara senin hingga jum'at sudah tak terasa jauh lagi, sebulan hanya tinggal lewat, tau-tau sudah pertengahan tahun, hingga akhirnya satu tahun pun usai, mengikat banyak memori yang menjadi pengingat perubahan diri dari tahun sebelumnya. Kini Ramadhan yang kemarin kita tunggu-tunggu sudah berkemas hendak pergi, "aku senang kalian telah menyambut dan menjamu kedatanganku dengan meriah seperti ini" - ujarnya  bila mungkin ia bisa berbicara. "Namun bagi kalian yang ...

Jangan Beri Syarat untuk Bahagia

Saya pernah dengar statement ini dari mana gitu, lupa. Jangan beri syarat untuk bahagia, merupakan pelajaran penting yang saya sendiri pun belum mampu selalu mengamalkannya setiap saat. Kebanyakan manusia sekarang lebih bahagia kalau punya uang, kalau bisa belanja-belinji apa pun yang menarik mata, kalau punya suami ganteng atau istri cantik, kalau ini itu yang biasanya adalah hal yang belum kita miliki saat itu.  Mungkin saja kita bahagia saat itu, saat punya uang banyak, saat punya semua yang kita mau, tapi saya yakin itu ga pernah bertahan lama. Sifat alami manusia yang tidak pernah merasa puas kalau disangkutkan dengan sebab kebahagiaan, maka ga akan pernah seorang itu merasa bahagia.  Bahagia itu apa sih? bahagia itu sesuatu yang berbeda dengan senang, bahagia mencakup senang dan tenang, sedangkan senang biasanya hanya sesaat.  Kemudian muncul istilah   "bahagia itu sederhana" . Sesederhana liat senyum orang terkasih setelah lelah-lelah bekerja, ses...

Aku Rindu Menulis

Assalamualaikum, Sepertinya saya harus belajar lebih banyak tentang disiplin dan mulai menulis saja dengan apa adanya. Hari ini Minggu 11 Juni 2017, saya atas izin Allah yang memudahkan langkah ini ikut pelatihan menulis yang diadakan oleh mesjidnya anak muda di Pontianak, Mesjid Munzalan Mubarakan 2 atau biasa dikenal dengan nama Mesjid Kapal Serdam, dalam rangka memeriahkan Bulan Ramadhan bertajuk "Kampung Ramdhan". Ini adalah salah satu program yang paling berkesan buat saya, karena dari dulu pengen banget ikut workshop nulis, cuma kegiatan tersebut ada di ibukota dan dimentori penulis-penulis handal di bidangnya. Hal itu malah buat saya cuma nganggepnya mimpi, ilmunya masih belum nyampe, dan sebagainya. Semoga suatu saat bisa ikut acara-acara seperti ini, ini adalah first step yang luar biasa ngaruh dalam pola pikir saya tentang tulis-menulis. Pelatihan nulisnya cukup singkat, hanya 3 jam, tapi sepanjang 3 jam materi dan tanya jawab dengan Bung Ben (Pak Beni Sulastyo...