Postingan

Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Akhirnya saya merenungi sekilas makna lirik lagu Tulus ini. Saya pernah menginginkan seseorang yang baik dan terima saya apa adanya. Kemudian tiba-tiba terlintas dipikiran, apa maksudnya? Apa maksud saya "meminta" seseorang menerima saya apa adanya. Bukan kah kewajiban kita setiap hari harus menjadi lebih baik dari diri yang sebelumnya?  Pada saat itu yang saya pikirkan adalah seorang yang ingin dekat dengan saya harus menerima saya apa adanya, segala sifat buruk yang saya punya, dan kekurangan saya. Egois sekali ya, pikir saya saat ini. Semua orang berhak mendapat perlakuan terbaik dari kita, meski tidak harus sempurna sebagaimana yang kita atau mereka harapkan. Akan tetapi memperlakukan orang dengan baik karena meneladani Rasulullah SAW, dan memperbaiki diri dari sifat buruk yang berpotensi "membahayakan" diri dan orang disekitar kita dengan niat menjadi pribadi yang lebih baik dan matang adalah kewajiban kita sebagai manusia. Cintai aku apa adanya terkesan berpas...

Menulis = Terapi Emosi

Beberapa waktu belakangan ini saya lagi suka nonton kajian dari Ustad Bendri Jaissyurahman, seseorang yang diberi ilmu oleh Allah swt tentang rumah tangga Islam termasuk didalamnya ilmu parenting dan how to be a good wife, how to be a good husband dengan role mode yang tepat sesuai sirah nabawiyah, dan masih banyak lagi yang belum ditonton.  Disitu saya belajar tentang bagaimana sifat wanita secara general, dengan tujuan mengenal, sadar, dan memperbaiki apa-apa yang belum saya punya sebagai seorang wanita akhir zaman. Intinya Ustad Bendri menyampaikan kira-kira begini kalau saya rumuskan : wanita itu bersifat lebih perasa tapi biasanya tidak bisa mengungkapkan perasaan dengan tep a t . Alias emosinya kurang stabil, baik itu marah atau sedihnya. Dipikir, tul uga yah. Wanita itu perasa, saking bapernya kemungkinan terjadi dua hal, dia lepaskan semua unek-uneknya tanpa pikir panjang, atau meredam emosi agar tidak menyakiti orang yang dicintainya. Akibat dari itu adalah adanya wan...

Catatan Bulan September

September ceria..kalo kata lagu, tapi rasanya September seperti masa-masa peralihan, yang sebentar lagi sudah memasuki penghujung tahun. Entah kenapa memasuki September ada saja turning point baru, seperti reminder yang membuat saya kembali menoleh ke belakang. Bukan maksud menyalahkan sang bulan, tapi melekatnya memori bulan ini di setahun kemarin menjadi awal-awal pengantar menuju turning point hidup yang dijalani hingga saat ini.  Setahun terasa sangat cepat kalau kita ingat dari hari ini, tapi terasa lama bila kita menunggu dan menebak-nebak untuk hidup setahun kedepan, mengira-ngira apa yang akan terjadi. Diri ini di detik ini pun bukanlah diri yang dapat dibayangkan saat setahun yang lalu.  Setahun dapat mengubah seseorang dengan begitu ekstrimnya. Waktu yang panjang untuk yang ingin mempermak penampilan, dengan ber-diet misalnya. Waktu yang panjang pula untuk menyelesaikan studi yang sedang dijalani. Waktu yang panjang pula untuk mengubah status dari single me...

curhatan tak berujung

Sedikit tergelitik untuk menulis ini. Benarkah materi tidak membahagiakan? Singkatnya saya mengenal lingkungan yang sangat material oriented, dimana segala pencapaian dan kesenangan ditentukan oleh uang dan tercapainya barang yang ingin kita beli dan miliki. Saya juga pernah bahkan menjadi "hamba" berpola pikir kalau punya uang banyak = bahagia, yaitu ingatan saya tertuju pada postingan gambar yang menuliskan "people who said money can't buy happiness don't know where to shop" yas, intinya kesenangan atau kebahagiaan bagi kebanyakaan orang dan saya pun pada saat itu adalah ketika ada duit banyak, bisa beli apa pun yang dipengen, apa lah saat itu, tiket konser kpop favorit, tiket liburan, jajan baju, sepatu, dan benda-benda lucu di olshop. Senang? Iya. Bahagia? I don't think so. Bahagia itu kan bersifat eternal ya, so far yang dirasakan dan diamati memang kita merasa senang banget saat punya uang dan berhasil membeli barang yang diinginkan saat itu atau m...

Catatan Akhir Juli

Semakin hari semakin saya sadar bahwa everything will never turns out perfectly as we expect or planned. Sesempurna apa pun perencanaan kita, tetap Yang Maha Merencanakan punya rencana lebih baik. Emang udah sistem hidup ini seperti itu ternyata, nothing perfect. Penanda bahwa ada yang Maha Sempurna, untuk itulah ketidaksempurnaan diciptakan. Belajar untuk menghilangkan ekspektasi, pembelajaran seumur hidup yang akan saya jalani mulai detik ini hingga mati. Belajar untuk berikhtiar terbaik dengan niat yang baik. Kita bisa denial, menolak suatu hal karena kecenderungan hati terhadap hal lainnya, atau menjalani sesuatu demi kesenangan pihak tertentu. Tapi tetap semua yang punya kuasa adalah Yang Maha Kuasa. Bergerak saja, bila tak tau bagaimana harus bergerak, mohonlah pada Dia untuk bimbing pergerakanmu, menuju ke jalan yang Dia mau, menemui takdirmu dengan caraNya yang tak pernah kamu tau. Hidup nyatanya adalah tentang keyakinan, keyakinan besar dari hatimu akan setiap lembar d...

Kedatangan sang Juli

Kedatangan sang Juli, melewati setengah waktu dalam tahun ini. Semakin tahun entah bagaimana dimensi waktu terasa semakin bergerak cepat, seperti diburu sesuatu, sepertinya Sang Pemilik dimensi waktu pun telah memerintahkan demikian. Tujuh tahun pun terasa singkat bila dirasa, tapi begitu panjang untuk mengubah sesuatu, menjadikan diri yang dulu tak sama dengan detik ini, menjadikan pemikiran yang dulu tak sampai kini menjadi nyata, menjadikan hal yang tak pernah terbayangkan akan terjadi atau terwujud menjadi nyata seolah mematahkan pemikiran sempit anak manusia. Setengah tahun sudah terlewati, mengubah banyak hal dalam hidup, mempertemukan dengan banyak orang baru, seperti memori yang diputar kembali. Lewat sudah setengah waktu dari 12 bulan dalam tahun ini, berharap masih diberi kesempatan, untuk menjadikannya tahun yang baik, dengan kenangan dan kontribusi terbaik. 

Dahsyatnya Orang Berilmu

Beberapa hari lalu kota kami Pontianak kedatangan Da'i kondang yang terkenal super gaul, ayahanda dari Wirda, hafizhah Qur'an yang terkenal pula di kalangan anak muda Indonesia, siapa lagi kalau bukan Ustadz Yusuf Mansur. Beliau datang ke Pontianak atas undangan untuk memimpin jama'ah Subuh akbar di akhir Ramadhan ini yang berlokasi di Mesjid Raya Mujahidin Pontianak. Gerakan Subuh Akbar Insyaallah akan menjadi agenda rutin setiap berapa bulan sekali di Pontianak dengan mengundang imam dan syeikh yang berbeda. Harapannya adalah kembali bangkit dan semakin erat persatuan ummat Islam di Pontianak melalui makmurnya waktu subuh, baik orang tua mau pun pemuda, dengan itu rahmat dan berkah Allah akan lebih banyak turun di bumi Khatulistiwa ini. Kembali ke Ustadz Yusuf Mansur, selain menjadi imam sholat Subuh berjama'ah, hari sebelumnya beliau pun ada jadwal mengisi khutbah jum'at, serta tausiyah menjelang akhir Ramadhan, bahkan diundang menjadi saksi pernikahan dari a...