Postingan

Cerita Akhir Pekan - Tentang Menikah

Bismillah..Topik yang sebegitu hangat di kalangan teman-teman berusia 20an awal, apalagi kalau bukan soalan jodoh dan nikah. Baguslah, lebih baik daripada mengungkapkan keinginan untuk berpacaran, keinginan untuk bertemu jodoh dan menikah menjadi suatu hal yang wajar, alamiah. Sudah fitrahnya manusia untuk hidup berpasang-pasangan dan memiliki kecenderungan satu dan lainnya.  Ceritanya weekend ini saya bertemu teman lama, yang satu belum sebulan menikah, yang satu Alhamdulillah sudah beberapa bulan menikah dan sedang mengandung, semoga Allah limpahkan keberkahan dalam kehidupan mereka. Entah kenapa saya paling senang bertemu dengan teman-teman yang sudah menikah tanpa merasa sedih atau apalah karena dengan bertemu mereka saya mendapat insight baru tentang kehidupan, terutama tentang kehidupan setelah menikah. Bahwa menikah itu tidak sesulit yang dibayangkan tapi juga tidak melulu mulus tanpa problem. Karena teman berbicara ini seusia dan pernah tumbuh dalam lingkungan belajar ...

Memori Desember

Beberapa hari sudah berlalu sejak event "Sedekah Akbar" di kota Pontianak terlaksana. Gedung Olahraga Pangsuma tumpah ruah dengan lautan manusia. Selain tamu istimewa yaitu para anak-anak yatim dan penghafal Qur'an yang dimuliakan Allah swt, banyak kawan-kawan luar biasa mulai dari panitia hingga donatur baik yang hadir mau pun menyaksikan dari live di social media, yang telah berkorban segala yang mampu diberikan, yaitu berupa harta, tenaga, hingga waktu, semuanya tampak semangat dan bahagia pada hari itu. Begitu pun rasa haru saat doa bersama yang menjadi highlight dalam acara tersebut, dimana beribu doa dan harapan dari setiap orang meluncur bersamaan ke langit, pada moment yang diberkahi itu, semoga Allah mengijabah doa setiap orang pada kesempatan itu, aamiin.. Bukan hanya pada acara inti saja, diluar acara pun banyak pemandangan indah, damai, dan menyejukkan dari hamba-hamba Allah disana. Mereka bergerak karena iman, berkontribusi karena mereka percaya pada jan...

"Dear Zindagi"

Beberapa minggu lalu saya menonton sebuah film India yang berjudul "Dear Zindagi" artinya "Dear Life" atas rekomendasi influencer yang saya follow di instagram. Rekomendasi untuk siapa? untuk siapa pun yang ingin move on dan berbicara tentang kehidupan dari sisi psikologi tapi ceritanya dikemas asik dan unik sebagaimana film India yang biasanya random saya tonton eh ternyata bagus banget. Anyway film India itu unik ya, jalan ceritanya selalu asik ditonton meski pun harus sabar dikit dengan part joged dan nyanyi mendayu-dayunya (kadang suka di skip).  Jadi singkat cerita film ini bercerita tentang cinamtografer (kalau ga salah) cewek cantik yang sukses memproduksi banyak film, iklan, dan sejenisnya. Sudah punya pacar yang baik dan care tapi ternyata dia cinlok sama rekan sejawatnya dan dilema lah dia hingga putus. Suatu hari dia dan rekan sejawatnya yang saat ini sedang dekat, ditawari untuk memproduksi film di hollywood. Karena suatu dan lain hal, si cewek tid...

Everyone Fights their Own Battle

"Setiap orang bertarung di medannya masing-masing" Bagi kita masalah dia bukanlah masalah besar dibanding masalah kita. Bagi kita pun rasanya hidup mereka selalu terlihat senang dan tak ada kesedihan menimpanya. Bagi kita yang penglihatannya terbatas tak mampu menembus batas dinding tetangga sendiri, mungkin mengira hidup mereka adem ayem saja. Saat bertemu selalu terlihat senyum lebar mereka, bahagia dengan hidupnya yang memang terlihat sangat sempurna. But who knows? Everyone has their own battle. Kita hanya tidak tahu dan tidak perlu mencari tahu. Lihat saja diri kita sendiri, yang tidak pernah puas dengan segala yang sudah ada, masih ada saja yang kurang sehingga tak mengerti apa itu definisi sempurna.  Ada yang terlihat banyak harta, tapi ia diuji dengan penyakit yang tak kunjung sembuh. Ada yang suami istri harmonis, tapi diuji dengan belum hadirnya buah hati yang dinanti. Ada yang diuji dengan ekonomi yang sulit, tapi kekeluargaannya begitu e...

Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Akhirnya saya merenungi sekilas makna lirik lagu Tulus ini. Saya pernah menginginkan seseorang yang baik dan terima saya apa adanya. Kemudian tiba-tiba terlintas dipikiran, apa maksudnya? Apa maksud saya "meminta" seseorang menerima saya apa adanya. Bukan kah kewajiban kita setiap hari harus menjadi lebih baik dari diri yang sebelumnya?  Pada saat itu yang saya pikirkan adalah seorang yang ingin dekat dengan saya harus menerima saya apa adanya, segala sifat buruk yang saya punya, dan kekurangan saya. Egois sekali ya, pikir saya saat ini. Semua orang berhak mendapat perlakuan terbaik dari kita, meski tidak harus sempurna sebagaimana yang kita atau mereka harapkan. Akan tetapi memperlakukan orang dengan baik karena meneladani Rasulullah SAW, dan memperbaiki diri dari sifat buruk yang berpotensi "membahayakan" diri dan orang disekitar kita dengan niat menjadi pribadi yang lebih baik dan matang adalah kewajiban kita sebagai manusia. Cintai aku apa adanya terkesan berpas...

Menulis = Terapi Emosi

Beberapa waktu belakangan ini saya lagi suka nonton kajian dari Ustad Bendri Jaissyurahman, seseorang yang diberi ilmu oleh Allah swt tentang rumah tangga Islam termasuk didalamnya ilmu parenting dan how to be a good wife, how to be a good husband dengan role mode yang tepat sesuai sirah nabawiyah, dan masih banyak lagi yang belum ditonton.  Disitu saya belajar tentang bagaimana sifat wanita secara general, dengan tujuan mengenal, sadar, dan memperbaiki apa-apa yang belum saya punya sebagai seorang wanita akhir zaman. Intinya Ustad Bendri menyampaikan kira-kira begini kalau saya rumuskan : wanita itu bersifat lebih perasa tapi biasanya tidak bisa mengungkapkan perasaan dengan tep a t . Alias emosinya kurang stabil, baik itu marah atau sedihnya. Dipikir, tul uga yah. Wanita itu perasa, saking bapernya kemungkinan terjadi dua hal, dia lepaskan semua unek-uneknya tanpa pikir panjang, atau meredam emosi agar tidak menyakiti orang yang dicintainya. Akibat dari itu adalah adanya wan...

Catatan Bulan September

September ceria..kalo kata lagu, tapi rasanya September seperti masa-masa peralihan, yang sebentar lagi sudah memasuki penghujung tahun. Entah kenapa memasuki September ada saja turning point baru, seperti reminder yang membuat saya kembali menoleh ke belakang. Bukan maksud menyalahkan sang bulan, tapi melekatnya memori bulan ini di setahun kemarin menjadi awal-awal pengantar menuju turning point hidup yang dijalani hingga saat ini.  Setahun terasa sangat cepat kalau kita ingat dari hari ini, tapi terasa lama bila kita menunggu dan menebak-nebak untuk hidup setahun kedepan, mengira-ngira apa yang akan terjadi. Diri ini di detik ini pun bukanlah diri yang dapat dibayangkan saat setahun yang lalu.  Setahun dapat mengubah seseorang dengan begitu ekstrimnya. Waktu yang panjang untuk yang ingin mempermak penampilan, dengan ber-diet misalnya. Waktu yang panjang pula untuk menyelesaikan studi yang sedang dijalani. Waktu yang panjang pula untuk mengubah status dari single me...